japaninsides

Controversial Ex-Governor Of Tokyo Passes Away At The Age Of 89

Shintaro Ishihara, seorang penulis dan mantan gubernur Tokyo yang membuat jejaknya di politik Jepang sebagai elang yang bersemangat yang ide-ide nasionalistisnya sering mengacak-acak tetangga Jepang, telah meninggal pada usia 89 tahun.

Pada 2012, novelis yang berubah menjadi politisi, yang juga bertugas di Diet, mengusulkan rencana kepada pemerintah metropolitan Tokyo untuk membeli sebagian besar Kepulauan Senkaku yang disengketakan dari pemilik swasta Jepang, yang memicu krisis diplomatik besar antara Jepang dan China. .

Hubungan bilateral terhenti setelah pemerintah pusat membeli tiga pulau jauh di Laut Cina Timur sebagai bagian dari rencana. Setelah masa jabatan 13 tahun sebagai gubernur Tokyo, ia kembali ke politik nasional pada tahun 2012 dengan dorongan yang sama.

Ishihara bekerja sebagai legislator untuk Partai Demokrat Liberal selama bertahun-tahun dan memegang banyak peran kabinet sebelum menjadi gubernur Tokyo.

Dia memimpin sebuah partai kecil yang bergabung tetapi kemudian berpisah dari apa yang kemudian menjadi partai oposisi yang sedang berkembang setelah mengundurkan diri sebagai gubernur. Namun, ia berhenti dari politik setelah kehilangan kursi Dietnya dalam pemilihan umum Desember 2014.

Ishihara memenangkan Penghargaan Akutagawa yang didambakan pada tahun 1956 untuk novelnya “Taiyo no Kisetsu” dan mendapatkan pengakuan sebagai penulis muda.

Buku tersebut menjadi buku terlaris dan fenomena sosial, menginspirasi banyak orang untuk menjalani gaya hidup bohemian yang digambarkan di dalamnya. Yujiro, adik laki-lakinya dan salah satu bintang film paling terkenal di Jepang, memiliki penampilan debutnya dalam sebuah film adaptasi, tetapi ia meninggal pada tahun 1987 pada usia 52 tahun.

Setelah meliput Perang Vietnam untuk surat kabar berpengaruh Jepang Yomiuri Shimbun, ia memasuki dunia politik pada usia 35 tahun. Ia mengumpulkan tiga juta suara yang mencengangkan dari para pemilih nasional.

Dalam tulisannya, Ishihara menulis bahwa peristiwa tersebut mendorongnya untuk mempertimbangkan masa depan Jepang dan mengejar karir sebagai legislator. Ishihara mempelopori upaya untuk membentuk sistem pajak baru untuk bank-bank besar dan undang-undang polusi kendaraan diesel yang lebih ketat setelah terpilih sebagai gubernur Tokyo untuk pertama kalinya pada tahun 1999.

Ishihara ingin Tokyo menjadi tuan rumah Olimpiade 2016, tetapi Komite Olimpiade Internasional memilih Rio de Janeiro. Dia mengajukan proposal untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2020 pada 2016, yang akhirnya dimenangkan oleh penggantinya, Naoki Inose. Ishihara mengundurkan diri sebagai gubernur pada Oktober 2012 untuk membentuk kelompok politik baru dan kembali ke politik arus utama.

Setelah memenangkan pemilihan umum pada bulan Desember tahun itu, ia terpilih untuk masa jabatan ketujuh di majelis rendah. Dua tahun kemudian, dia kalah dalam pemilihan.

Ishihara menerbitkan beberapa buku, termasuk buku terlaris “Tensai” (Genius), sebuah novel biografi tentang mantan Perdana Menteri Kakuei Tanaka yang diceritakan dalam gaya monolog oleh salah satu politisi Jepang yang paling populer dan memecah belah pascaperang.

Dia memenangkan Grand Cordon of the Rising Sun yang bergengsi pada tahun 2015.

Sumber: JapanToday

Baca juga tentang Gubernur Tokyo Koike Mengumumkan Bahwa Tokyo Akan Mulai Mengenali Pasangan LGBTQ


Tampilan Postingan:
1,933

pengeluaran sidni yang tersedia diatas tidak mesti diragukan kembali keaslian angka keluaran sidney atau nomor pengeluaran sydney nya gara-gara website ini terhubung segera bersama situs formal live draw sdy yaitu ” sydneypoolstoday.com ” , maka dari itu sudah tentu angka atau nomor yang diberikan merupakan hasil syd yang telah formal dan sah. Result sydney hari ini live tercepat